Prajurit TNI AL Rehabilitasi 6 Rumah Kepala Suku di Arso Perbatasan RI-Papua Nugini, Termasuk Perbaiki Gereja dan Jembatan
JAYAPURA — Enam unit rumah kepala suku di Distrik Arso, Kabupaten Keerom, kini tengah direhabilitasi oleh prajurit TNI AL. Kegiatan ini merupakan bagian dari program "serbuan teritorial" yang dijadwalkan berlangsung hingga 11 September mendatang.
Komandan Kodaeral X Mayjen TNI (Mar) Sugianto mengatakan, sasaran perbaikan tidak hanya terbatas pada tempat tinggal tokoh adat. Sejumlah fasilitas umum di Jayapura juga menjadi prioritas dalam program bakti sosial tersebut.
"Selain memperbaiki rumah tokoh masyarakat, juga dilakukan perbaikan gereja dan jembatan yang ada di Kota Jayapura dengan melibatkan 300 personel," kata Sugianto di Jayapura, Kamis.
Sinergi Tiga Pilar untuk Keamanan dan Kesejahteraan
Mayjen Sugianto menegaskan bahwa operasi kemanusiaan ini bukan sekadar kerja fisik semata. Ia menyebut aspek keamanan dan kesejahteraan rakyat merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan, terutama di wilayah perbatasan negara.
"Kita menyadari aspek keamanan dan aspek kesejahteraan rakyat tidak dapat dipisahkan, sehingga melalui sinergi tiga pilar diharapkan mampu memberikan solusi bagi berbagai permasalahan sosial, ekonomi, dan infrastruktur yang dihadapi oleh masyarakat," ujarnya.
Kegiatan serbuan teritorial ini meleburkan kekuatan TNI, Polri, dan pemerintah daerah menjadi satu kesatuan utuh. Pendekatan ini dinilai efektif untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan di daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Apresiasi untuk Pelayanan Kesehatan di Perbatasan
Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Narlince Wamuar memberikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan Kodaeral X. Ia menilai program ini menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini kerap terkendala akses layanan publik.
"Kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat langsung dirasakan masyarakat seperti pemeriksaan kesehatan," kata Narlince Wamuar.
Selain perbaikan infrastruktur, rangkaian kegiatan juga mencakup layanan kesehatan gratis bagi warga sekitar. Hal ini menjadi perhatian khusus mengingat keterbatasan fasilitas medis di kawasan perbatasan Arso yang berjarak cukup jauh dari pusat kota Jayapura.
Arso sendiri merupakan salah satu pintu masuk utama jalur darat ke Papua Nugini. Kondisi geografis yang menantang membuat peran aparat keamanan di wilayah ini menjadi vital, baik untuk menjaga kedaulatan maupun memberikan rasa aman bagi warga yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dan pekebun.