Breaking

Jayapura Fair 2026 Libatkan 60 UMKM dari 14 Kampung, Dinas Pariwisata Siapkan Karnaval Budaya dan Layanan Publik

RI
Jumat, 14 Agustus 2026
Jayapura Fair 2026 Libatkan 60 UMKM dari 14 Kampung, Dinas Pariwisata Siapkan Karnaval Budaya dan Layanan Publik
Ratusan pengunjung memadati area Jayapura Fair 2026 yang menampilkan produk dari 60 UMKM di 14 kampung se-Kota Jayapura.

JAYAPURA — Ratusan pelaku usaha kecil di ibu kota Provinsi Papua bersiap menyambut gelaran tahunan yang menjadi barometer geliat ekonomi kreatif Port Numbay. Jayapura Fair 2026 akan berlangsung selama enam hari, dan panitia menjanjikan perpaduan antara transaksi bisnis dan atraksi budaya. Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura Richard Nahumury menyebut keterlibatan puluhan UMKM ini merupakan bentuk nyata pemerintah kota dalam memperluas pasar produk lokal. Ia menambahkan, ajang ini dirancang sebagai ruang promosi agar produk-produk khas dari kampung-kampung di Jayapura tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga menembus pasar yang lebih luas. "Jayapura Fair yang berlangsung pada 12-17 Agustus 2026 tersebut juga menghadirkan berbagai pelayanan publik seperti perbankan, imigrasi, pajak dan kegiatan sosial donor darah," kata Richard di Jayapura, Kamis.

Karnaval Budaya dan Identitas Port Numbay

Salah satu daya tarik utama yang disiapkan adalah karnaval budaya yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Panitia menggandeng satuan pendidikan dari jenjang SD hingga SMA/SMK, kampung adat, serta paguyuban nusantara yang ada di Kota Jayapura. Richard menegaskan bahwa gelaran ini bukan sekadar pameran dagang. Pihaknya ingin memastikan seni dan budaya Port Numbay tetap hidup di tengah perkembangan ekonomi kreatif. "Jadi masyarakat akan disuguhkan dengan berbagai penampilan dari sanggar seni dan musisi lokal Kota Jayapura sehingga diharapkan dapat memperkenalkan sekaligus memperkuat identitas budaya Port Numbay," ujarnya.

UMKM sebagai Benteng Ekonomi Keluarga

Menurut Richard, posisi UMKM dalam struktur ekonomi warga Jayapura sangat strategis. Ia menyebut sektor ini bukan hanya penggerak roda ekonomi, melainkan juga wadah kreativitas sekaligus pelestarian warisan kebudayaan daerah. "UMKM yang terlibat dalam ajang ini berasal dari 14 kampung yang ada di Kota Jayapura," kata Richard. Ia berharap kehadiran pengunjung dapat menjadi bentuk kebersamaan dan dukungan nyata terhadap perkembangan sektor pariwisata serta ekonomi kreatif lokal. Ketua Panitia Jayapura Fair 2026 itu pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir meramaikan kegiatan tersebut. Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM diharapkan mendapatkan ruang untuk mempromosikan dan memasarkan produk yang dihasilkan secara langsung kepada konsumen. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan pendapatan dan keberlanjutan usaha kecil di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Sumber: papua.antaranews.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua