Breaking

Program Air Bersih Rp 5 Tahun Diluncurkan di Kepulauan Solomon, Jerman Biayai Ketahanan Iklim untuk 3 Provinsi

RE
Rabu, 19 Agustus 2026
Program Air Bersih Rp 5 Tahun Diluncurkan di Kepulauan Solomon, Jerman Biayai Ketahanan Iklim untuk 3 Provinsi
Peluncuran program PacFresH2O berlangsung di Honiara, Kepulauan Solomon, dengan dukungan GIZ Pacific dan pemerintah setempat.

JAYAPURA — Program lima tahun 'Melindungi Sumber Daya Air Tawar untuk Meningkatkan Ketahanan Iklim di Kepulauan Pasifik (PacFresH2O)' resmi berjalan di Kepulauan Solomon. Peluncuran dilakukan di Honiara oleh GIZ Pacific bersama pemerintah setempat, Komunitas Pasifik (SPC), dan organisasi non-pemerintah Live & Learn pada pekan lalu.

Program ini menyasar tiga provinsi sekaligus: Guadalcanal, Makira, dan Kepulauan Tengah. Fokus utamanya adalah pengelolaan sumber daya air tawar berkelanjutan yang tahan terhadap perubahan iklim, sekaligus peningkatan layanan Air, Sanitasi, dan Kebersihan (WASH).

Dampak Nyata yang Sudah Dirasakan Warga Pulau

Menteri Pertambangan, Energi, dan Elektrifikasi Pedesaan Kepulauan Solomon, Derrick Rawcliff Manuari, menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi isu masa depan bagi warganya. Pola curah hujan yang berubah, kekeringan berkepanjangan, banjir, hingga intrusi air asin sudah mengancam sumber air tawar mereka.

"Bagi Kepulauan Solomon, perubahan iklim bukanlah tantangan yang jauh; dampaknya sudah dirasakan oleh masyarakat kami," ujar Manuari dalam pernyataan resmi yang dikutip Jubi dari RNZ Pasifik, Rabu (19/8/2026).

Investasi Jerman untuk Ketahanan Air di Pasifik

Dana program ini berasal dari pemerintah Jerman. Duta Besar Jerman untuk Australia, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Vanuatu, dan Naoero, Beate Grzeski, menyebut investasi di sektor air tawar adalah investasi untuk manusia.

"Investasi dalam air tawar dan layanan WASH yang tahan terhadap perubahan iklim merupakan investasi pada manusia, yang mendukung kesehatan, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan," kata Grzeski.

Selain Kepulauan Solomon, program regional ini juga menjangkau Papua Nugini. Keduanya dipilih karena memiliki tantangan geografis serupa: masyarakat pedesaan yang tersebar di pulau-pulau kecil dengan akses terbatas ke air bersih.

Solusi dari Bawah: Warga Tak Hanya Jadi Penonton

Alih-alih sekadar membangun pipa dan sumur, PacFresH2O mengusung pendekatan terpadu. Ada empat pilar utama: pengelolaan sumber daya air terpadu (IWRM), solusi berbasis alam, penguatan tata kelola, dan aksi yang dipimpin langsung oleh komunitas setempat.

Kepala program PacFresH2O, Charlotte Siegerstetter, menekankan bahwa keberlanjutan program terletak pada keterlibatan warga. "Kami akan mendukung solusi praktis yang dipimpin oleh masyarakat setempat untuk meningkatkan keamanan air," ujarnya.

Litea Biukoto dari Komunitas Pasifik (SPC) menambahkan bahwa air adalah fondasi ketangguhan masyarakat Pasifik. Menurutnya, melindungi air secara berkelanjutan menjadi makin krusial ketika perubahan iklim memperparah kekeringan dan banjir.

Melalui program ini, warga di daerah pedesaan dan komunitas rentan diharapkan tidak lagi berjuang sendirian menghadapi krisis air bersih yang dipicu perubahan iklim.

Sumber: jubi.id

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua