Kisah Yonece dari Pulau Liki Tembus Paskibraka Sarmi, Putri Sulung Wartawan Ini Bercita-cita Jadi Polwan

Yonece Dewita Esris, siswi SMA Negeri 1 Sarmi asal Pulau Liki, mengikuti latihan Paskibraka untuk bertugas pada 17 Agustus 2026.
Penulis: Sindi
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:17:01 WIB

SARM? — Seleksi pertama yang diikuti Yonece Dewita Esris langsung membuahkan hasil. Siswi SMA Negeri 1 Sarmi ini lolos menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sarmi untuk bertugas pada 17 Agustus 2026. Bagi Yonece, ini bukan sekadar seragam dan baris-berbaris, melainkan pintu masuk menuju mimpinya.

Perempuan yang akrab disapa Yonece ini bukan anak sembarangan. Ia lahir dan besar di Pulau Liki, Distrik Sarmi, sebuah wilayah yang dipisahkan hamparan Samudra Pasifik dari daratan utama Papua. Di sebelah timur, pulau ini berdekatan langsung dengan Papua Nugini.

Putri Sulung dari Keluarga Sederhana yang Jadi Teladan

Di tengah keterbatasan akses yang kerap menjadi alasan banyak orang menyerah, Yonece justru menjadikannya bahan bakar untuk terus maju. Sebagai anak pertama dari empat bersaudara, ia sadar betul ada tanggung jawab besar di pundaknya: menjadi contoh bagi adik-adiknya dan membanggakan orang tua.

Ayahnya bekerja sebagai wartawan, sementara ibunya mengurus rumah tangga. Dari keluarga sederhana inilah Yonece belajar arti perjuangan dan ketekunan tanpa banyak mengeluh.

Latihan Paskibraka Lebih dari Sekadar Fisik

Bagi Yonece, setiap gerakan dan langkah yang ia latih memiliki makna lebih dalam. Latihan Paskibraka tidak hanya membentuk ketahanan fisik, tetapi juga menanamkan kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab yang besar terhadap tanah air.

Pengalaman ini ia pandang sebagai bekal berharga. Sebab sejak kecil, Yonece sudah memendam keinginan kuat untuk mengenakan seragam coklat dan mengabdi sebagai Polwan, khususnya di wilayah perbatasan yang ia kenal dekat.

Motivasi bagi Generasi Muda di Wilayah 3T

Terpilihnya Yonece menjadi bukti nyata bahwa anak-anak dari daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) mampu bersaing di tingkat kabupaten. Kisahnya diharapkan menjadi pemicu semangat bagi pelajar lain di Sarmi dan Papua pada umumnya untuk tidak membatasi mimpi karena kondisi geografis.

Dengan pencapaian ini, nama Yonece Dewita Esris kini tercatat sebagai salah satu putri Papua yang siap mengibarkan Sang Saka Merah Putih, sekaligus membuktikan bahwa jarak dan lautan bukan penghalang untuk mengabdi pada negara.

Reporter: Sindi