4 Pedoman Pemerintahan Prabowo Disampaikan di Sidang Tahunan MPR, Tegaskan Fokus pada Kepentingan Rakyat

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8/2025).
Jumat, 14 Agustus 2026 | 14:36:02 WIB

JAKARTA — Dalam pidato kenegaraan yang menjadi rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa seluruh langkah kabinetnya berpijak pada empat pedoman utama. Hal ini disampaikannya di hadapan para wakil rakyat, pejabat tinggi negara, serta para mantan presiden dan wakil presiden yang hadir dalam Sidang Tahunan MPR RI, Jumat.

“Untuk menunaikan janji-janji yang saya telah ucapkan, dan menunaikan sumpah saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah pimpin pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia selama 21 bulan dengan empat pedoman utama,” ujar Presiden Prabowo di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen.

Empat Pilar yang Menjadi Pegangan Pemerintahan

Pedoman pertama yang ditegaskan kepala negara adalah kepatuhan terhadap konstitusi. Pemerintahan yang dipimpinnya bekerja untuk menjaga dan melaksanakan perintah-perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Kemudian, pedoman kedua berkaitan dengan kedaulatan dan kekayaan bangsa. Presiden menyatakan pemerintahannya bekerja untuk menjaga, menjalankan, dan melindungi kepentingan inti nasional yang vital, termasuk mengelola kekayaan bangsa agar dimanfaatkan sepenuhnya untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.

“Hal ini termasuk menjaga dan mengelola dengan sebaik-baiknya kekayaan bangsa Indonesia agar dapat sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Kecepatan Respons dan Orientasi Masa Depan

Dua pedoman terakhir menyoroti aspek pelayanan publik dan keberlanjutan. Presiden menegaskan bahwa pemerintah bekerja untuk mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Selain itu, seluruh program kerja harus berorientasi kepada kepentingan rakyat saat ini serta anak dan cucu mereka di masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga mengakui bahwa belum seluruh janji kampanyenya dapat dituntaskan dalam kurun waktu kurang dari dua tahun tersebut. Meski demikian, ia menilai sejumlah persoalan bangsa yang rumit telah mulai menemukan titik terang dan proses penyelesaian.

Momen Berkumpulnya Para Pemimpin Bangsa

Sidang tahunan kali ini menjadi ajang berkumpulnya para mantan pemimpin tertinggi negara. Presiden Ke-7 Joko Widodo, Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden Ke-11 Boediono, serta Wakil Presiden Ke-13 KH Ma'ruf Amin terlihat hadir dalam agenda kenegaraan tersebut.

Hadir pula Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, serta sejumlah pimpinan partai politik. Sidang yang dihadiri 629 anggota MPR RI dari total 732 anggota ini diawali dengan pidato Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin sebelum pidato kenegaraan Presiden Prabowo.

Reporter: Ferdi Tri Nor Cahyo