3 Warga Sipil di Maybrat Tertembak di Muara Kali Kamundan, Ribuan Warga Datangi Polres Minta Kasus Diungkap

Ribuan warga memadati Mapolres Maybrat untuk mendesak pengungkapan kasus penembakan tiga warga sipil di muara Kali Kamundan.
Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:10:31 WIB

MAYBRAT — Insiden penembakan yang melukai tiga warga sipil di Kabupaten Maybrat memicu gelombang protes warga. Ribuan orang dilaporkan memadati Mapolres Maybrat, Jumat (14/8/2026), mendesak kepolisian segera mengungkap pelaku dan kronologi kejadian yang berlangsung di muara Kali Kamundan, Kampung Aynot, Distrik Aifat Timur Tengah, pada Kamis sore sekitar pukul 17.20 WIT.

Ketiga korban yang diketahui bernama Silvester Asem, Anike Fatie, dan Selviana Sory mengalami luka tembak di bagian tubuh yang berbeda. Silvester terkena tembakan di paha hingga tembus, Anike mengalami luka di bahu yang disebut menembus hingga bagian telinga, sementara Selviana terkena tembakan di betis hingga tembus.

Kronologi: Suara Tembakan Awalnya Dikira Petasan

Peristiwa berdarah ini mulai terkuak dari kesaksian Anike Fatie yang saat itu berada di pondok kebunnya. Ia sempat membakar keladi sebelum beranjak ke kali untuk mandi. Saat berada di sekitar kali, Anike mengaku mendengar suara tembakan yang awalnya ia duga sebagai bunyi petasan.

Kecurigaan Anike berubah menjadi kepanikan setelah ia melihat tiga ekor anjing yang dibawanya ke kali ikut terkena tembakan. Ia pun berlari memeluk hewan peliharaannya itu. Namun, tak lama berselang, suara tembakan kembali terdengar dari arah belakang.

Di lokasi berbeda, Silvester Asem dan Selviana Sory berada di pondok. Saat mendengar suara tembakan, Silvester berusaha menyelamatkan diri dengan berlari meninggalkan pondok, tetapi nahas, ia terkena tembakan di bagian paha hingga tembus. Selviana yang masih berada di sekitar pondok juga menjadi sasaran tembakan yang mengenai betisnya.

Dugaan Pelaku: Personel TNI AL dari Pos Sory

Informasi yang dihimpun dari sumber di lapangan menyebutkan tembakan diduga dilepaskan oleh personel TNI Angkatan Laut (TNI AL) yang bertugas di Pos Sory, Kampung Aifam, Distrik Aifat Timur Tengah. Meski demikian, dugaan ini belum mendapatkan klarifikasi resmi dari pihak TNI AL.

Hingga berita ini diturunkan, Suara Papua masih berupaya menghubungi pihak TNI, kepolisian, pemerintah daerah, serta keluarga korban untuk memperoleh keterangan yang berimbang. Kondisi terbaru para korban dan proses evakuasi juga masih terus dihimpun.

Warga Geram, Jalan Dipalang dan Ban Dibakar

Aksi protes warga Maybrat tidak hanya terpusat di Mapolres. Sejumlah ruas jalan di beberapa titik dilaporkan dipalang dengan cara membakar ban dan menebang pohon. Aksi ini menyebabkan arus lalu lintas di wilayah tersebut terganggu.

Ketegangan di Kabupaten Maybrat pun meningkat menyusul insiden ini. Warga mendesak aparat keamanan bertindak cepat dan transparan dalam mengusut tuntas kasus penembakan yang menimpa tiga warga sipil tersebut. Mereka juga menuntut agar pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Reporter: Faizal Candra Rizky Perkasa