MIMIKA — Penetapan Trifena sebagai ketua definitif ditandai penyerahan bendera pataka Partai Golkar dari Ketua Musda Iwan Anwar. Trifena selanjutnya bertindak sebagai ketua tim formatur yang bertugas menyusun komposisi lengkap kepengurusan DPD II Golkar Mimika untuk lima tahun ke depan.

Bagi Trifena, pembenahan internal organisasi menjadi pintu masuk sebelum program kerja lain digulirkan. Ia menyebut struktur kepengurusan harus rampung lebih dulu agar arah kerja partai di tingkat distrik bisa terukur.

"Struktur organisasinya selesai, baru kita bisa lihat apa yang bisa dikerjakan ke depannya," ujar Trifena usai pelantikan.

Komdis dan Kader Distrik Jadi Ujung Tombak Program Kerja

Pelaksanaan program kerja Golkar Mimika nantinya melibatkan seluruh Komisariat Distrik (Komdis) bersama kader dari tiap wilayah. Trifena menegaskan pendekatan itu dipilih agar partai tidak bergerak sendiri di level kabupaten.

"Banyak hal yang harus partai buat bersama Komdis di Mimika dan kader dari semua distrik. Target kami adalah menjadikan seluruh masyarakat di Mimika sebagai bagian dari Golkar," tegasnya.

Target Kursi: Jalan Tengah dari 7 ke 9 Kursi DPRD Mimika

Soal target legislatif, Trifena mengambil posisi berbeda dari ketua sebelumnya. Jika kepengurusan lama memasang target 10 kursi, ia memilih angka sembilan sebagai sasaran realistis pada pemilu mendatang.

"Jika saat ini kita memiliki tujuh kursi dan ketua (sebelumnya) menargetkan 10 kursi, saya mengambil jalan tengah dengan menargetkan sembilan kursi untuk Golkar," tambahnya.

Modal elektoral itu ia kaitkan dengan pengalamannya memimpin DPRD Mimika. Trifena menyebut dirinya bukan figur baru di panggung politik lokal dan meminta dukungan warga untuk menggenjot perolehan suara partai.

"Intinya jumlah kursi dan suara harus meningkat. Saya harap seluruh masyarakat Mimika mendukung Golkar. Saya bukan orang baru di sini, pernah menjadi Ketua DPRD, jadi mari kita bekerja bersama-sama," ungkapnya.

Jalannya Musda V: Tiga Paripurna hingga Penetapan Aklamasi

Musda V DPD II Golkar Mimika berlangsung melalui sejumlah rapat paripurna dan sidang komisi. Rapat Paripurna I mengesahkan jadwal acara, tata tertib, sekaligus menetapkan pimpinan sidang tetap.

Pada Paripurna II, peserta membahas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan periode sebelumnya. LPJ diterima setelah mendapat pandangan umum dari Pimpinan Kecamatan (PK), organisasi pendiri, dan organisasi sayap Golkar, lalu dilanjutkan dengan demisioner kepengurusan lama.

Paripurna III membentuk Komisi Organisasi, Komisi Program Kerja, dan Komisi Rekomendasi untuk membahas materi sesuai bidang masing-masing. Rangkaian berikutnya memverifikasi persyaratan calon sebelum menetapkan Trifena sebagai ketua definitif.

Musda ditutup dengan pembacaan keputusan hasil musyawarah, sambutan ketua terpilih, dan doa bersama. Susunan kepengurusan lengkap Golkar Mimika periode 2026–2031 kini menunggu hasil kerja tim formatur yang dipimpin Trifena.

Reporter: Redaksi