SENTANI — Jasad korban pertama kali dilihat seorang saksi sekitar pukul 06.00 WIT. Saksi itu lalu memberi tahu warga lain, dan laporan diteruskan ke pos polisi yang berada di kawasan Pasar Lama.

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil. menyatakan identitas korban sudah dikantongi. ND berjenis kelamin laki-laki dan berdomisili di BTN Permata Hijau.

Tim Inafis Olah TKP Tiga Jam Setelah Jasad Ditemukan

Personel Polres Jayapura bergerak ke lokasi begitu laporan masuk. Tim Reserse bersama Tim Identifikasi (Inafis) baru tiba di tempat kejadian perkara sekitar pukul 09.00 WIT untuk melakukan pemeriksaan dan olah TKP.

Usai pemeriksaan awal, jenazah dievakuasi ke RSUD Yowari. Pihak kepolisian memasang garis polisi di sekitar lokasi guna mengamankan TKP dan mendukung pengumpulan barang bukti.

15 Luka Tusukan Jadi Fokus Penyelidikan

Temuan luka tusukan menjadi salah satu titik terang yang digarap penyidik. Meski begitu, polisi belum menyimpulkan apa pun soal penyebab pasti kematian korban.

"Dari hasil pemeriksaan fisik luar, ditemukan 15 bekas luka tusukan di bagian perut sebelah kiri korban. Namun, kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian serta mengungkap secara utuh peristiwa yang terjadi," jelas Kapolres.

Dua orang saksi telah dimintai keterangan terkait penemuan jenazah. Keduanya merupakan pihak yang mengetahui pertama kali keberadaan korban di kawasan pasar tersebut.

Polisi Belum Kantongi Motif, Kapolres Minta Warga Beri Informasi

Kapolres telah memerintahkan Kasat Reskrim beserta tim untuk menyelidiki kasus ini secara intensif. Penelusuran diarahkan pada pihak-pihak yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Hingga pukul 16.30 WIT, penyidik masih menelusuri kronologi lengkap kejadian, motif, dan siapa yang bertanggung jawab atas kematian ND. Belum ada tersangka yang disebut dalam kasus ini.

Kepolisian membuka pintu bagi warga yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut. Kapolres menegaskan keterangan dari masyarakat akan sangat membantu proses penyelidikan.

"Kami mengharapkan doa dan dukungan masyarakat agar kasus ini dapat segera terungkap. Kami juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini agar menyampaikannya kepada pihak kepolisian sehingga dapat membantu proses penyelidikan," tutupnya.

Reporter: Redaksi