Breaking

Polisi Brasil Selidiki Ransel Diduga Bom di Depan Mahkamah Agung, 1 Orang Ditangkap Jelang Pilpres

RE
Jumat, 02 Oktober 2026
Polisi Brasil Selidiki Ransel Diduga Bom di Depan Mahkamah Agung, 1 Orang Ditangkap Jelang Pilpres

BRASILIA — Aparat kepolisian Brasil membatasi akses ke kawasan Mahkamah Agung setelah menerima laporan benda mencurigakan di dalam ransel yang dilemparkan ke luar gedung. Seorang jurnalis AFP di lokasi melihat sekitar belasan mobil patroli bersiaga mengelilingi area kejadian.

Tim penjinak bom langsung dikerahkan ke titik penemuan ransel. Juru bicara kepolisian militer Raphael Broocke menyatakan bahwa pihaknya akan menjalankan prosedur ketat untuk memeriksa isi benda tersebut.

"Tersangka yang telah ditangkap berusaha melompati pagar pengadilan dan melemparkan ransel ke atas halte bus," demikian pernyataan pihak pengadilan.

Penangkapan Tersangka dan Pengamanan Lokasi

Penangkapan berlangsung di lokasi kejadian sebelum tim penjinak bom tiba. Polisi belum mengungkap identitas tersangka maupun motif di balik aksi pelemparan ransel tersebut.

Penyelidikan berjalan saat Brasil memasuki hari-hari terakhir kampanye pemilihan presiden. Pemungutan suara putaran pertama dijadwalkan berlangsung Minggu, tiga hari setelah insiden ini.

Hasil jajak pendapat menunjukkan persaingan ketat antara petahana berhaluan kiri Luiz Inacio Lula da Silva dan Senator Flavio Bolsonaro. Keduanya diprediksi berhadapan dalam putaran kedua, dengan Lula unggul tipis atas rivalnya dari kubu kanan.

Mahkamah Agung dan Riwayat Serangan Sebelumnya

Mahkamah Agung Brasil berulang kali menjadi sasaran kritik kubu politik kanan. Sorotan utama tertuju pada vonis 2025 terhadap mantan Presiden Jair Bolsonaro, ayah Flavio, atas tuduhan merencanakan kudeta.

Lembaga peradilan itu juga terseret skandal penipuan berskala besar yang mendominasi pekan-pekan terakhir kampanye. Tekanan politik terhadap Mahkamah Agung meningkat seiring memanasnya persaingan menjelang pemungutan suara.

Insiden serupa pernah terjadi sebelumnya. Seorang pria tewas dalam aksi bom bunuh diri di depan gedung pengadilan tersebut pada November 2024.

Gedung yang sama juga menjadi sasaran kerusuhan kelompok kanan pada 8 Januari 2023, ketika pendukung Jair Bolsonaro menyerbu sejumlah gedung lembaga pemerintahan. Mahkamah Agung menyatakan peristiwa itu sebagai upaya kudeta terhadap kemenangan Lula atas Bolsonaro senior pada pemilihan presiden tahun tersebut.

Apa Langkah Selanjutnya?

Polisi militer menyatakan prosedur pemeriksaan benda mencurigakan masih berlangsung. Akses menuju kawasan Mahkamah Agung belum dibuka kembali untuk umum.

Pihak berwenang belum memberikan keterangan soal kemungkinan kaitan insiden ini dengan agenda pemilihan presiden. Penyelidikan terhadap tersangka yang ditangkap masih berjalan.

Sumber: news.detik.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua