Breaking

11 Sopir Dump Truck Proyek Jalan Serui-Papuma Adukan Upah Rp40 Ribu ke DPRK Kepulauan Yapen

RE
Jumat, 02 Oktober 2026
11 Sopir Dump Truck Proyek Jalan Serui-Papuma Adukan Upah Rp40 Ribu ke DPRK Kepulauan Yapen

SERUI — Para sopir menilai upah yang diberikan kontraktor pelaksana belum sepadan dengan jarak tempuh dan waktu kerja yang mereka keluarkan setiap hari. Rute Mioram-Kanawa menempuh sekitar 85 kilometer pergi-pulang, sementara upah yang diterima Rp40 ribu per pengangkutan material chipping.

Bernard menemui langsung para pekerja dan pelaksana lapangan di Yapen untuk mendengar keluhan tersebut. Ia menyebut persoalan ini muncul ke permukaan setelah para sopir merasa tidak ada kejelasan soal besaran upah yang berlaku.

Miskomunikasi Perusahaan dan Sopir Jadi Akar Persoalan

Setelah dilakukan pembahasan bersama para sopir dan pihak pelaksana lapangan, Bernard menyimpulkan persoalan tersebut diduga berawal dari adanya miskomunikasi antara perusahaan dan para pekerja.

"Setelah pembahasan bersama, persoalan ini diduga berawal dari miskomunikasi antara pihak perusahaan dan para sopir," kata Bernard saat menemui para pekerja dan pelaksana lapangan di Yapen.

Menurut Bernard, hubungan kerja antara perusahaan, pemilik armada dan sopir perlu diperjelas, termasuk mengenai pembagian tanggung jawab, hak dan kewajiban masing-masing pihak.

DPRK Minta Kesepakatan Dituangkan dalam Perjanjian Tertulis

Bernard meminta kesepakatan tersebut diperjelas dan, bila diperlukan, dituangkan dalam perjanjian tertulis agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

"Ini perlu diperjelas supaya kita bisa menemukan titik masalahnya dan menyelesaikannya dengan baik. Saya minta pihak kontraktor pelaksana merespons keluhan para sopir secara bijak," katanya.

Menurutnya, penyelesaian persoalan pekerja penting dilakukan agar tak mengganggu pelaksanaan pembangunan ruas jalan Serui-Papuma yang menggunakan dana APBD Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun Anggaran 2026.

Wakil Ketua III DPRK Akan Tinjau Langsung Rute Pengangkutan

Untuk memastikan kondisi di lapangan, Bernard berencana meninjau langsung rute pengangkutan material tersebut pada Sabtu mendatang.

"Hasil peninjauan nanti langsung dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum selaku wakil pemerintah daerah dan pihak kontraktor. Kami cari solusi bersama agar hak pekerja terpenuhi dan proyek tetap tuntas tepat waktu," terangnya.

Peninjauan itu juga akan dipakai untuk mengecek langsung jarak tempuh dan waktu yang dibutuhkan sopir di rute Mioram-Kanawa. Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Yapen selaku wakil pemerintah daerah disebut akan dilibatkan dalam pembahasan lanjutan bersama kontraktor.

Sumber: kabarpapua.co

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua